Honorer Tangsel Terlambat Gaji Sejak Januari, Banyak Terjerat Utang

[original_title]

Thebatterysdown.com – Pegawai honorer di lingkungan Pemkot Tangerang Selatan, Banten, yang jumlahnya sekitar 1.800 orang, mengalami kesulitan finansial karena belum menerima gaji sejak Januari 2026. Hal ini menimbulkan ketidakpastian bagi mereka yang tersebar di berbagai Organisasi Perangkat Daerah, termasuk sebagai tukang sapu, office boy, sekuriti, guru sekolah, sampai tenaga kesehatan.

Penyebab keterlambatan ini berkaitan dengan penerapan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, yang berfokus pada penataan pegawai honorer. Sejumlah pegawai honorer tampaknya terkena dampak negatif dari kebijakan tersebut, terutama mereka yang tidak berhasil dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) baik pada tahap 1 maupun tahap 2.

Akibat situasi ini, beberapa pegawai honorer terpaksa mengambil langkah ekstrem untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Beberapa di antara mereka memutuskan untuk meminjam uang melalui pinjaman online, meskipun prosesnya sering kali tidak mudah; banyak yang mengalami penolakan. Salah satu honorer berinisial P (46) mengungkapkan ketidakberdayaannya, mengatakan, “Tidak ada cara lain, mau minjim ke orang terus juga kan malu. Paling cepat masuk ke Pinjol, itu juga ada yang lolos ada juga yang ditolak.”

Situasi ini menunjukkan dampak langsung dan krusial dari regulasi baru terhadap kehidupan pekerja honorer. Mereka sangat berharap ada solusi cepat dari pihak pemerintah untuk menyelesaikan masalah pembayaran gaji yang telah berlarut-larut. Upaya untuk menyelesaikan masalah ini seharusnya menjadi prioritas agar kesejahteraan pegawai honorer kembali terjamin.

Baca Juga  Penutupan 1.000 Tambang Ilegal, 4.000 Hektare Lahan Terwujud

Post Comment

You May Have Missed