Houthi Bertekad Memperjuangkan Kepentingan Sendiri Tanpa Iran

[original_title]

Thebatterysdown.com – Kelompok Houthi di Yaman semakin menunjukkan tingkat otonomi yang jelas dan tak lagi dianggap sebagai proksi Iran. Lorenzo Kamel, seorang analis urusan Timur Tengah, mengungkapkan bahwa Houthi secara aktif memanfaatkan chaos yang ada untuk memperkuat kedaulatan mereka dan menuntut konsesi dari Arab Saudi. Pernyataan ini menegaskan bahwa Houthi bukan sekadar perpanjangan kekuatan Teheran, melainkan pemain yang mandiri dalam konflik yang kompleks ini.

Kamel berpendapat bahwa intervensi militer yang dipimpin Saudi, yang telah meluluhlantakkan Yaman dalam beberapa tahun terakhir, merupakan hasil dari kebijakan destruktif Arab Saudi di lapangan. Ia menyoroti bahwa selama ini otoritas Saudi mengandalkan dukungan militer dari Amerika Serikat, alih-alih berkolaborasi dengan faksi lokal yang ada.

Menyinggung sejarah, Kamel menarik perhatian terhadap Pemberontakan Arab tahun 1916, di mana Dinasti Saud lebih memilih untuk bersekutu dengan Imperium Inggris daripada bekerja sama dengan kelompok lokal lainnya. Hal ini menciptakan pola yang terus berulang, di mana ketergantungan pada pihak luar untuk urusan keamanan tidak pernah menghasilkan perdamaian yang langgeng di kawasan.

Houthi, yang selama ini terlibat dalam konflik berkepanjangan sejak serangan AS dan Israel terhadap sekutu Iran mereka pada Februari lalu, kini berhasil merebut beberapa posisi strategis di dekat Selat Bab al-Mandeb. Mereka melanjutkan pergerakan untuk membuka front baru dalam peperangan yang telah mengguncang kawasan, menandakan bahwa konflik di Yaman belum menunjukkan tanda-tanda reda.

Baca Juga  Generasi Muda Didorong BPJPH Jadikan Nilai Halal Gaya Hidup

Post Comment

You May Have Missed