IKPI Usulkan Solusi Saat RDPU dengan DPR Tolak Perang Tarif Pajak

[original_title]

Thebatterysdown.com – Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) mengingatkan pemerintah agar tidak terjebak dalam strategi penurunan tarif pajak yang berlebihan dalam upaya membangun Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum IKPI, Vaudy Starworld, saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang diadakan oleh Komisi XI DPR RI pada Kamis, 9 Juli 2026, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Vaudy menegaskan pentingnya pengimplementasian insentif fiskal yang lebih terarah dan selektif, tanpa mengabaikan keberlanjutan bagi penerimaan negara. Menurutnya, penawaran tarif pajak terendah saja tidak cukup untuk menarik minat investor. Sebaliknya, pembangunan rezim perpajakan yang kompetitif, sederhana, dan memberikan kepastian hukum adalah hal yang jauh lebih penting.

“Keberhasilan suatu pusat finansial internasional tidak ditentukan oleh siapa yang menawarkan tarif pajak paling rendah, tetapi oleh kemampuan menghadirkan regulasi yang kredibel dan kebijakan fiskal yang mampu memberikan nilai tambah bagi investor serta perekonomian nasional,” ungkap Vaudy.

Ia juga mengingatkan bahwa praktik pusat-pusat keuangan di berbagai belahan dunia menunjukkan bahwa insentif perpajakan yang diberikan secara selektif terbukti lebih efektif dibandingkan model fasilitas pajak yang menyeluruh. Pendekatan ini diyakini dapat menjaga keseimbangan antara peningkatan investasi dan keberlanjutan fiskal.

Dengan pandangan ini, IKPI berharap pemerintah dapat mempertimbangkan strategi perpajakan yang lebih holistik, demi kemajuan Pusat Finansial Internasional Indonesia yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Baca Juga  Timnas Indonesia Dikecewakan, Pelatih Arab Saudi Senang

Post Comment

You May Have Missed