Kadar Garam Samudra Jadi Kunci Prediksi El Niño yang Tepat

[original_title]

Thebatterysdown.com – Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kadar garam di Samudra Pasifik Barat dapat memicu fenomena El Niño dengan intensitas yang lebih merusak. Dalam studi ini, para ilmuwan menemukan bahwa pola salinitas laut yang terdeteksi pada musim semi berfungsi sebagai penguat yang memperkuat pemanasan suhu laut, berpotensi membawa dampak global yang signifikan, mulai dari banjir hingga kekeringan.

Shineng Hu, peneliti dari Duke University, melalui analisis data jangka panjang, mengungkapkan bahwa perubahan salinitas ini terjadi dengan adanya air yang lebih tawar di kawasan khatulistiwa, dikelilingi oleh air yang lebih asin. Perbedaan kadar garam ini menyebabkan kemiringan permukaan laut yang mendorong arus air ke timur sebelum suhu laut mencapai puncaknya. Hu menjelaskan bahwa arus laut bertugas mendistribusikan salinitas ke seluruh samudra.

Penelitian ini menguji hubungan sebab-akibat antara pola salinitas dan intensitas El Niño melalui simulasi komputer. Menurut Shizuo Liu, seorang peneliti pascadoktoral di Duke University, hasil simulasi menunjukkan peningkatan kekuatan El Niño sekitar 20% ketika pola salinitas tertentu diidentifikasi, sekaligus menggandakan kemungkinan terjadinya peristiwa ekstrem.

Meskipun satelit modern dapat memetakan salinitas, pengukurannya sering kali terlambat. Banyak model iklim saat ini masih mengabaikan faktor salinitas, berfokus lebih pada suhu dan angin. Penelitian ini, yang dipublikasikan dalam jurnal Geophysical Research Letters, menekankan pentingnya memasukkan faktor salinitas dalam pemodelan iklim. Hal ini sangat krusial untuk meningkatkan kemampuan peringatan dini bencana iklim di tengah perubahan iklim yang semakin cepat.

Baca Juga  Juventus vs Como: Spalletti Soroti Kelemahan Mental Tim Bianconeri

Post Comment

You May Have Missed