Leon Panetta: Perang AS dan Iran Diperkirakan Berlanjut Enam Bulan

[original_title]

Thebatterysdown.com – Mantan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Leon Panetta, memperkirakan bahwa konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran akan berlanjut setidaknya selama enam bulan ke depan. Perkiraan ini disampaikan di tengah kondisi stagnasi konflik yang terjadi setelah rencana gencatan senjata gagal dilaksanakan.

Sebelumnya, enam bulan setelah serangan bersama oleh AS dan Israel terhadap Iran, diplomasi untuk mengembalikan proses perdamaian ke jalur yang benar menunjukkan kemajuan yang minim. Negosiasi dilaporkan terhenti sejak bulan Juni 2026. Dalam wawancara dengan media, Panetta mengungkapkan kekhawatirannya akan kemungkinan perang ini menjadi konflik berkepanjangan di Timur Tengah di bawah pemerintahan saat ini.

Panetta, yang pernah menjabat di era Presiden Barack Obama serta menggawangi CIA, menyatakan, “Kita berada pada titik buntu yang sangat berbahaya.” Ia menggarisbawahi bahwa terbatasnya pilihan untuk mengakhiri perang ini akan memperpanjang krisis yang ada. Ia juga menyoroti ketegangan internal di Pentagon yang bisa mengurangi kepercayaan internasional terhadap kemampuan AS dalam mengatasi ancaman.

Sementara itu, Iran menekankan komitmennya untuk meningkatkan kemampuan melawan dampak sanksi yang diberlakukan oleh AS. Di lapangan, ketegangan antara dua negara ini semakin meningkat. Komando Pusat AS melaporkan serangan terhadap tiga tanker Iran baru-baru ini, bertepatan dengan serangan rudal yang diluncurkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran ke kapal angkatan laut AS.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengingatkan bahwa AS harus menyadari perubahan aturan dalam konflik ini, yang akan berdampak pada respons Iran terhadap serangan apapun terhadap kepentingannya. Di tengah ketegangan tersebut, Menteri Energi AS Chris Wright menegaskan bahwa meskipun ada blokade dari Iran, aliran minyak tetap berjalan melalui Selat Hormuz, dengan rata-rata transit mencapai lebih dari 9 juta barel per hari.

Baca Juga  MUI: Persatuan sebagai Kekuatan Utama Tahun Baru Islam Indonesia

Post Comment

You May Have Missed