Manufaktur Tetap Jadi Penggerak Utama Ekonomi Indonesia

[original_title]

Thebatterysdown.com – Sektor manufaktur Indonesia dipastikan akan tetap kokoh hingga tahun 2025 dengan pertumbuhan tenaga kerja yang rata-rata mencapai 2,78 persen per tahun. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa industri pengolahan terus menjadi pilar penting dalam perekonomian nasional meski dihadapkan pada berbagai tantangan global.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, menyampaikan bahwa kontribusi industri pengolahan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terus mengalami peningkatan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kontribusi sektor ini naik dari 17,92 persen pada triwulan II-2022 menjadi 19,20 persen pada triwulan I-2026. Febri menegaskan bahwa anggapan adanya deindustrialisasi di Indonesia adalah keliru dan tidak mempertimbangkan data yang valid.

Perubahan dalam definisi dan klasifikasi industri pengolahan yang diatur oleh BPS pada tahun 2010 telah memengaruhi penghitungan PDB. Menurut Febri, perbandingan data PDB antara tahun 2005 hingga 2025 tidak bisa dilakukan secara langsung, mengingat adanya perubahan dalam metodologi penghitungan.

Industri pengolahan juga menunjukkan robustness di sektor tenaga kerja, dengan peningkatan jumlah pekerja dari 18,7 juta orang menjadi 20,3 juta orang antara tahun 2021 hingga 2025, meningkatkan 8,63 persen. Kemenperin mencatat bahwa pertumbuhan industri ini pada 2025 diperkirakan mencapai 5,30 persen, lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.

Sebagai tambahan, hingga April 2026, terdapat 633 perusahaan yang melaporkan pembangunan fasilitas produksi baru dengan total investasi mencapai Rp418,62 triliun, yang akan menyerap sekitar 219.684 tenaga kerja. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan sektor industri yang berkelanjutan di masa depan.

Baca Juga  Wuling Binguo S Raup 55 Ribu Pesanan Hanya dalam Tiga Hari

Post Comment

You May Have Missed