Menangis Ternyata Menguntungkan, Bukan Tanda Kelemahan

[original_title]

Thebatterysdown.com – Menangis sering kali dianggap sebagai tanda kelemahan, terutama di kalangan pria, namun Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa ada berbagai manfaat kesehatan dari aktivitas ini. Dalam sebuah unggahan di media sosial baru-baru ini, ia menekankan pentingnya menangis sebagai detoksifikasi alami yang mampu menurunkan kadar hormon kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres.

Menurut Budi, menangis tidak hanya membantu dalam meredakan stres, namun juga meningkatkan hormon oksitosin dan endorfin yang berperan dalam pengurangan rasa sakit, baik fisik maupun emosional. Ia menjelaskan, setelah menangis, seseorang biasanya merasa lebih relaks dan tidak mengantuk, hal ini disebabkan oleh aktivasi saraf parasimpatik yang membuat tubuh menjadi lebih tenang.

Penelitian yang dirilis oleh Medical News Today pada tahun 2014 mendukung pandangan ini, menunjukkan bahwa menangis dapat memberikan efek menenangkan pada individu. Penelitian tersebut menyoroti bagaimana aktivasi sistem saraf parasimpatik melalui menangis berkontribusi dalam mengurangi stres, dan dengan demikian, dapat membantu seseorang mengelola gejala overthinking yang berhubungan dengan masalah kesehatan mental.

Budi juga menekankan bahwa menangis seharusnya tidak dilihat sebagai signifikasi kelemahan, tetapi lebih sebagai mekanisme alami dalam menghadapi berbagai tantangan psikologis. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat menangis, diharapkan masyarakat dapat lebih menghargai ekspresi emosi ini sebagai bagian dari kesehatan mental yang positif.

Baca Juga  Sembiz 2025, Wali Kota Semarang Targetkan Pusat Perdagangan

Post Comment

You May Have Missed