MODEL BISNIS KOPERASI MERAH PUTIH DIGARAP UNTUK PERKOTAAN

[original_title]

Thebatterysdown.com – Kementerian Koperasi tengah menyiapkan model bisnis dan studi kelayakan untuk Koperasi Kelurahan Merah Putih di area perkotaan. Model ini dirancang berbeda dengan yang saat ini diterapkan di pedesaan, mengingat karakteristik usaha di kota-kota besar memerlukan pendekatan unik.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan bahwa prototipe khusus untuk kelurahan di kawasan urban akan segera dibangun. Dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Ferry mengungkapkan, “Kami akan membangun prototipe yang sesuai dengan kebutuhan kelurahan di kota-kota besar.” Langkah ini diambil setelah adanya sorotan mengenai Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai di Jakarta Selatan yang hanya mencatat laba Rp78 ribu.

Ferry menambahkan bahwa koperasi tersebut didirikan secara mandiri oleh pengurusnya dan tidak menggunakan model bisnis dari pemerintah. Dia menjelaskan bahwa saat ini fokus pemerintah lebih kepada pembangunan fisik, seperti gudang dan sarana pendukung di rincian koperasi pedesaan. Hal ini menyebabkan program untuk daerah perkotaan belum terlaksana.

Koperasi di kota besar memiliki dinamika yang berbeda dari di desa, yang berimplikasi pada kebutuhan model bisnis dan studi kelayakan. Oleh karena itu, pemerintah berencana segera menyelesaikan model bisnis tersebut untuk memfasilitasi pengembangan Koperasi Kelurahan Merah Putih di kawasan perkotaan.

Data dari Simkopdes per 15 Juli 2026 menunjukkan 38.050 usulan lahan, di mana 35.860 telah terverifikasi. Hingga kini, terdapat 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang aktif, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Baca Juga  error code: 524

Post Comment

You May Have Missed