Ojol di Labuan Bajo Dianiaya, Keamanan Destinasi Terancam

[original_title]

Thebatterysdown.com – Penganiayaan terhadap driver ojek online di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, kembali menyoroti perlunya penguatan sistem keamanan dan tata kelola transportasi di kawasan destinasi super prioritas. Kejadian ini melibatkan Donatus Darso, seorang driver ojol, yang mengalami trauma setelah dikeroyok oleh sekelompok orang. Insiden terjadi di sekitar Bandara Internasional Komodo pada Senin, 13 April 2026.

Donatus mengungkapkan bahwa pelaku merupakan anggota AWSTAR (Asosiasi Angkutan Kendaraan Wisata Darat) yang beroperasi di kawasan tersebut. Dia memilih tidak bekerja selama dua hari setelah kejadian itu dan berharap penegak hukum dapat menyelidiki kejadian ini secara menyeluruh. “Trauma. Sudah dua hari tidak kerja,” ujarnya pada Selasa (14/4).

Menurut keterangan Donatus, jumlah pelaku berkisar antara tujuh hingga sembilan orang. Ia menceritakan, dalam insiden tersebut, dirinya dipukul, ditendang, dan dicekik hingga mengalami luka. “Saya dipukul dan ditendang sampai jatuh di tengah aspal, untung tidak ada mobil lewat,” ungkapnya, merinci peristiwa yang menjadikannya korban kekerasan.

Kejadian bermula ketika Donatus menerima pesanan untuk menjemput seorang wisatawan perempuan asal Eropa di Bandara Komodo. Namun, ia terikat pada kesepakatan yang melarangnya untuk menjemput di area dekat bandara, yang memicu konflik dengan sopir angkutan wisata setempat.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Manggarai Barat. Donatus menyatakan harapannya agar proses hukum terhadap pelaku dapat berjalan hingga tuntas, mengingat perlunya perlindungan bagi para pengemudi ojol di tengah tantangan yang ada.

Baca Juga  Klasemen Super League, Malut United Dekati Tiga Besar

Post Comment

You May Have Missed