Seruan Indonesia Untuk Berhenti Dari Ketergantungan BOP Berlanjut

[original_title]

Thebatterysdown.com – Aktivitas Wanda Hamidah mendesak Pemerintah Indonesia untuk keluar dari Board of Peace (BOP) terus mengemuka. Dalam konferensi pers yang bertajuk “Ganyang Penjajahan Gaya Baru: Tolak BOP!” yang berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2026, di Jakarta, Wanda menilai bahwa partisipasi Indonesia dalam forum tersebut bertentangan dengan amanat konstitusi dan tidak memiliki legitimasi internasional.

Wanda menekankan bahwa keikutsertaan Indonesia harus konsisten dengan prinsip Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan. Ia menegaskan bahwa langkah pemerintah untuk terlibat dalam BOP justru berlawanan dengan prinsip tersebut. Kritikan juga dilontarkan kepada Presiden Prabowo Subianto yang dinilai bersikap dekat dengan pihak-pihak yang dianggap pelaku kejahatan perang.

“Ini adalah suatu pelanggaran yang luar biasa ketika presiden kita duduk bersama para pembunuh yang telah ditetapkan oleh Mahkamah Pidana Internasional,” ungkap Wanda. Ia juga meragukan legalitas BOP, yang menurutnya bukan lembaga resmi dalam sistem internasional, mencatat bahwa forum itu dibuat di luar mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Wanda menyoroti isu bantuan dana yang mencapai Rp17 triliun dari rakyat Indonesia, mempertanyakan kebijakan tersebut di tengah kondisi masyarakat yang masih berjuang menghadapi kesulitan domestik. “Kondisi ini menunjukkan ketidakadilan,” tambahnya.

Ketua Umum Generasi Muda Mathla’ul Anwar, Ahmad Nawawi, sepakat agar pemerintah menarik diri dari BOP, mengingat meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Ia menilai momen ini ideal untuk mengevaluasi keterlibatan Indonesia.

Sebagai respons terhadap isu ini, para aktivis muda menggelar aksi damai pada 7 dan 8 Maret 2026, yang direncanakan berlangsung di sekitar Patung Kuda Arjuna Widjaya, Jakarta Pusat, dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat.

Baca Juga  Motor Kehujanan Harus Segera Dicuci, Kata Pemilik Bengkel

Post Comment

You May Have Missed