Korea Utara Kecam Jepang soal Kritik Nuklir Pyongyang

korea utara

16 April 2026 – Korea Utara kecam Jepang setelah Tokyo kembali menegaskan penolakan atas program nuklir Pyongyang dalam dokumen diplomatik tahunan. Respons itu muncul ketika pemerintah Jepang memasukkan isu nuklir dan rudal Korea Utara sebagai salah satu kekhawatiran keamanan utama, sehingga memicu ketegangan baru di Asia Timur.

Pernyataan keberatan disampaikan melalui lembaga kajian yang berafiliasi dengan Kementerian Luar Negeri Korea Utara dan disiarkan media pemerintah. Pyongyang menilai sikap Jepang mencampuri hak kedaulatan serta kepentingan keamanannya. Korea Utara juga menegaskan bahwa penguatan kemampuan pertahanan, termasuk program strategisnya, disebut sebagai bagian dari hak membela diri. Dalam narasi resminya, Pyongyang menyebut dokumen Jepang itu memperlihatkan sikap bermusuhan yang terus dipertahankan.

Di sisi lain, Buku Biru Diplomatik 2026 milik Kementerian Luar Negeri Jepang kembali menggambarkan program nuklir dan rudal Korea Utara sebagai ancaman serius yang harus dihentikan. Dokumen itu terbit pekan lalu dan menjadi acuan kebijakan luar negeri tahunan Tokyo. Sikap tersebut memperlihatkan bahwa isu denuklirisasi masih menjadi garis tetap Jepang terhadap Pyongyang. Dalam laporan yang sama, Jepang juga menyoroti kekhawatiran atas dugaan dukungan militer Korea Utara kepada Rusia.

Hubungan kedua negara memang lama berada dalam kondisi tegang dan hingga kini belum memiliki hubungan diplomatik formal. Warisan konflik masa lalu di Semenanjung Korea masih kerap membayangi relasi keduanya, sehingga setiap pernyataan resmi cepat memicu saling serang diplomatik. Sementara itu, Pyongyang tetap menolak tekanan eksternal terhadap kebijakan pertahanannya. detiknews

Perkembangan ini memperlihatkan bahwa ruang dialog antara kedua pihak masih sempit, meski ketegangan kawasan terus meningkat. Selama tidak ada perubahan posisi dari Tokyo maupun Pyongyang, polemik soal program nuklir diperkirakan akan tetap menjadi sumber gesekan baru dalam diplomasi Asia Timur.

Baca Juga  Menhan Sjafrie dan Menhan Mesir Bahas Kerja Sama Pertahanan

Post Comment

You May Have Missed