Harga Rumah Sekunder Terus Naik Meski Rupiah Melemah

[original_title]

Thebatterysdown.com – Harga rumah sekunder di Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan meskipun di tengah tekanan ekonomi dan pelemahan nilai Rupiah. Menurut laporan terbaru dari Rumah123, pada April 2026, harga rumah sekunder secara nasional mengalami kenaikan sebesar 0,1 persen bulanan (MoM) dan 0,8 persen tahunan (YoY).

Marisa Jaya, Kepala Riset Rumah123, menyatakan bahwa pertumbuhan harga rumah positif terjadi di 11 kota, dengan Denpasar memimpin kenaikan sebesar 2,0 persen, disusul Bogor 1,8 persen, dan Surakarta 1,5 persen. Meskipun aktivitas transaksi tampak lebih selektif, fundamental kebutuhan hunian masih stabil, dengan permintaan dari konsumen yang ingin menghuni (end-user) tetap terjaga.

Di kawasan Jabodetabek, pencarian properti masih tinggi, dengan Tangerang mencatat proporsi pencarian terbesar sebesar 15,1 persen, diikuti Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Marisa menjelaskan bahwa kawasan suburban kini beralih menjadi pusat pertumbuhan baru, menambah pilihan hunian yang lebih terjangkau dibandingkan pusat kota.

Dengan meningkatnya sensitivitas terhadap cicilan KPR, konsumen menjadi lebih berhati-hati dalam keputusan pembelian properti. Rumah123 mencatat pergeseran sikap pembeli yang kini lebih mementingkan aksesibilitas, kesiapan hunian, dan potensi kenaikan nilai di masa depan.

Di segmen rumah dengan luas bangunan kecil hingga 60 meter persegi, Surakarta mencatatkan kenaikan median harga sebesar 23,5 persen, menunjukkan bahwa hunian terjangkau masih menjadi pilihan utama masyarakat. Marisa menekankan bahwa meskipun kebutuhan untuk memiliki rumah tetap ada, cara konsumen dalam mengambil keputusan di tengah tantangan ekonomi telah berubah menjadi lebih rasional.

Baca Juga  Pafos Tahan Imbang Kairat Almaty Meski Bermain 10 Pemain

Post Comment

You May Have Missed