Menteri Meutya Ajak Orangtua Waspadai Penipuan Digital Anak

[original_title]

Thebatterysdown.com – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menekankan pentingnya perlindungan terhadap anak-anak dari penipuan digital yang marak terjadi di dunia maya. Dalam sebuah diskusi yang diadakan pada 15 Januari 2025 di Jakarta Selatan, Meutya mengingatkan peran vital orang tua, khususnya ibu, dalam mengawasi aktivitas digital anak-anak.

Meutya menjelaskan, dengan semakin meningkatnya risiko kejahatan daring, keterlibatan orang tua menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan digital yang aman. Untuk mendukung tujuan tersebut, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 mengenai Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Regulasi ini bertujuan untuk membangun ekosistem digital yang lebih aman bagi anak-anak, namun efektivitasnya sangat tergantung pada peran aktif orang tua di rumah.

Menteri juga menyoroti bahwa data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan sekitar 22 persen pengguna internet di Indonesia pernah menjadi korban penipuan daring. Mengingat hampir setengah dari pengguna internet merupakan anak di bawah 18 tahun, kemungkinan mereka mengalami penipuan digital sangat tinggi.

Dalam konteks ini, Meutya menegaskan pentingnya pendidikan digital yang berkelanjutan bagi para orang tua agar mereka dapat membekali anak-anak dengan pengetahuan yang memadai dalam menjelajahi dunia maya. Dengan membuat rumah sebagai ruang aman untuk belajar mengenai teknologi, diharapkan anak-anak dapat lebih terlindungi dari ancaman kejahatan digital yang semakin kompleks.

Baca Juga  Makna Custom dan Istilah Populer Lain di Sosial Media

Post Comment

You May Have Missed